Rencana Pembelajaran Semester (RPS) adalah dokumen perencanaan pembelajaran yang digunakan oleh dosen dalam mengajar suatu mata kuliah selama satu semester. RPS menjadi acuan utama dalam pelaksanaan perkuliahan, membantu memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan secara sistematis, terstruktur, dan mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Penyusunan RPS harus mengikuti standar akademik yang berlaku agar pembelajaran dapat berlangsung dengan efektif. Artikel ini akan menguraikan langkah-langkah sistematis dalam menyusun RPS.
1. Memahami Standar Pendidikan Tinggi
Sebelum menyusun RPS, dosen harus memahami standar yang berlaku dalam pendidikan tinggi, seperti Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti). Standar ini mencakup aspek kompetensi lulusan, isi pembelajaran, proses pembelajaran, serta asesmen hasil belajar.
2. Menentukan Identitas Mata Kuliah
Langkah awal dalam menyusun RPS adalah menentukan identitas mata kuliah yang mencakup:
- Nama mata kuliah
- Kode mata kuliah
- Bobot SKS (Sistem Kredit Semester)
- Semester penyelenggaraan
- Program studi yang terkait
- Nama dosen pengampu
Informasi ini penting sebagai dasar penyusunan RPS dan untuk memberikan gambaran umum mengenai mata kuliah yang diajarkan.
3. Merumuskan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
CPMK merupakan kompetensi yang harus dicapai oleh mahasiswa setelah menyelesaikan mata kuliah. CPMK harus dirumuskan berdasarkan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) program studi dan harus mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Perumusan CPMK harus jelas, spesifik, dan dapat diukur.
4. Menentukan Pokok Bahasan dan Sub-Pokok Bahasan
Setelah CPMK ditetapkan, langkah berikutnya adalah menentukan pokok bahasan dan sub-pokok bahasan yang akan diajarkan selama satu semester. Pokok bahasan harus disusun secara sistematis agar materi dapat dipahami secara bertahap oleh mahasiswa.
5. Menyusun Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran harus disesuaikan dengan karakteristik mata kuliah dan mahasiswa. Beberapa metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam RPS antara lain:
- Ceramah Interaktif: Digunakan untuk menjelaskan konsep-konsep dasar
- Diskusi Kelompok: Membantu mahasiswa memahami materi melalui diskusi
- Problem-Based Learning (PBL): Memberikan tantangan berupa kasus untuk diselesaikan mahasiswa
- Project-Based Learning: Mengembangkan keterampilan mahasiswa dalam menyelesaikan proyek tertentu
- Blended Learning: Menggabungkan pembelajaran tatap muka dan daring
6. Merancang Bentuk dan Teknik Penilaian
Evaluasi hasil belajar mahasiswa harus dirancang sejak awal dalam RPS. Bentuk dan teknik penilaian harus mencerminkan pencapaian CPMK. Beberapa teknik penilaian yang dapat digunakan meliputi:
- Tes Tertulis: Untuk mengukur pemahaman teori
- Tugas dan Proyek: Untuk menilai keterampilan mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan
- Presentasi: Untuk mengevaluasi kemampuan komunikasi mahasiswa
- Partisipasi dalam Diskusi: Untuk menilai pemahaman dan keterlibatan mahasiswa
- Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS): Untuk mengukur capaian belajar mahasiswa secara keseluruhan
7. Menyusun Rencana Pembelajaran Mingguan
RPS harus memuat rencana pembelajaran mingguan yang mencakup:
- Minggu ke-
- Pokok bahasan
- Sub-pokok bahasan
- Metode pembelajaran yang digunakan
- Sumber belajar
- Tugas atau asesmen yang diberikan
Penyusunan rencana mingguan membantu dalam mengorganisir proses pembelajaran sehingga lebih sistematis dan terarah.
8. Menentukan Sumber dan Bahan Ajar
Sumber dan bahan ajar harus relevan dengan materi yang diajarkan. Beberapa sumber belajar yang dapat digunakan antara lain:
- Buku teks utama dan tambahan
- Jurnal ilmiah
- Modul pembelajaran
- Sumber daring seperti e-learning dan video pembelajaran
Penggunaan sumber belajar yang beragam dapat membantu mahasiswa dalam memahami materi dengan lebih baik.
9. Menyusun Kebijakan Akademik dalam RPS
RPS juga harus mencantumkan kebijakan akademik, seperti:
- Kebijakan kehadiran
- Kebijakan keterlambatan pengumpulan tugas
- Kebijakan ujian ulang
- Kebijakan plagiarisme dan etika akademik
Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan pedoman yang jelas kepada mahasiswa terkait dengan aturan dalam perkuliahan.
10. Finalisasi dan Sosialisasi RPS
Setelah RPS disusun, langkah terakhir adalah melakukan finalisasi dan sosialisasi kepada mahasiswa. Dosen harus menjelaskan isi RPS di awal perkuliahan agar mahasiswa memahami tujuan, strategi pembelajaran, serta bentuk penilaian yang akan digunakan selama semester.
Kesimpulan
Penyusunan RPS merupakan langkah krusial dalam merancang pembelajaran yang efektif. Dengan mengikuti langkah-langkah seperti memahami standar pendidikan, merumuskan CPMK, menyusun strategi pembelajaran, serta menetapkan teknik penilaian, dosen dapat memastikan bahwa pembelajaran berlangsung dengan terarah dan mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan RPS yang baik, proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan memberikan dampak positif bagi mahasiswa dalam mencapai kompetensi yang diharapkan.





Georgia Reader Reply
Et rerum totam nisi. Molestiae vel quam dolorum vel voluptatem et et. Est ad aut sapiente quis molestiae est qui cum soluta. Vero aut rerum vel. Rerum quos laboriosam placeat ex qui. Sint qui facilis et.