Docker adalah platform yang sangat populer untuk mengemas, mendistribusikan, dan menjalankan aplikasi dalam wadah (container). Dengan Docker, Anda dapat memastikan aplikasi berjalan dengan cara yang konsisten di berbagai lingkungan, baik itu di mesin pengembangan, pengujian, atau produksi. Docker sangat membantu terutama di lingkungan server karena memungkinkan manajemen aplikasi yang lebih efisien dan fleksibel.
Pada artikel ini, kami akan membahas secara rinci bagaimana cara menginstal Docker di Ubuntu Server. Ubuntu adalah distribusi Linux yang sangat populer dan banyak digunakan pada server, dan Docker menawarkan kemudahan integrasi dengan Ubuntu Server untuk menjalankan aplikasi berbasis kontainer.
1. Persiapan Sebelum Instalasi
Sebelum memulai instalasi Docker di Ubuntu Server, pastikan bahwa Anda memiliki akses ke server dan sudah memperbarui sistem operasi untuk memastikan bahwa sistem dalam kondisi terbaru.
Persyaratan Sistem
- Ubuntu 18.04 LTS atau versi yang lebih baru.
- Akses root atau hak akses sudo untuk menginstal dan mengonfigurasi perangkat lunak.
- Koneksi internet untuk mengunduh paket instalasi Docker.
Jika Anda menggunakan server Ubuntu yang sudah berjalan, pastikan sistem Anda sudah diperbarui. Gunakan perintah berikut untuk memperbarui sistem Anda sebelum menginstal Docker:
sudo apt update
sudo apt upgrade -y
2. Instalasi Docker pada Ubuntu Server
Pada Ubuntu, instalasi Docker dapat dilakukan menggunakan manajer paket apt. Docker menyediakan repositori resmi untuk Ubuntu yang memudahkan instalasi.
Langkah 1: Menginstal Dependensi yang Diperlukan
Sebelum menginstal Docker, Anda perlu memastikan bahwa beberapa paket tambahan yang diperlukan untuk instalasi telah terpasang. Jalankan perintah berikut untuk menginstal dependensi yang dibutuhkan:
sudo apt install apt-transport-https ca-certificates curl software-properties-common -y
Paket-paket di atas akan memungkinkan Ubuntu untuk mengunduh dan menginstal Docker dari repositori yang aman.
Langkah 2: Menambahkan Kunci GPG Docker
Docker menggunakan kunci GPG untuk memverifikasi integritas paket yang diunduh. Anda harus menambahkan kunci GPG Docker untuk memastikan paket yang Anda instal aman dan berasal dari sumber yang terpercaya. Jalankan perintah berikut:
curl -fsSL https://download.docker.com/linux/ubuntu/gpg | sudo apt-key add -
Perintah di atas akan mengunduh kunci GPG Docker dan menambahkannya ke sistem Anda.
Langkah 3: Menambahkan Repositori Docker ke Sistem
Docker tidak tersedia di repositori default Ubuntu, jadi Anda harus menambahkan repositori resmi Docker terlebih dahulu. Gunakan perintah berikut untuk menambahkan repositori Docker ke sumber perangkat lunak Ubuntu:
sudo add-apt-repository "deb [arch=amd64] https://download.docker.com/linux/ubuntu $(lsb_release -cs) stable"
Perintah ini akan menambahkan repositori Docker ke dalam daftar sumber perangkat lunak sistem Anda. $(lsb_release -cs) secara otomatis menyesuaikan nama distribusi Ubuntu yang sedang Anda gunakan, seperti bionic untuk Ubuntu 18.04 atau focal untuk Ubuntu 20.04.
Langkah 4: Memperbarui Daftar Paket
Sekarang bahwa repositori Docker telah ditambahkan, Anda perlu memperbarui daftar paket sistem agar Ubuntu dapat mengenali paket-paket baru yang tersedia di repositori tersebut. Jalankan perintah berikut:
sudo apt update
Langkah 5: Instal Docker
Setelah repositori Docker ditambahkan, Anda dapat menginstal Docker dengan perintah berikut:
sudo apt install docker-ce docker-ce-cli containerd.io -y
Perintah ini akan menginstal tiga paket utama Docker:
docker-ce: Docker Community Edition (edisi komunitas yang gratis).docker-ce-cli: Command Line Interface (CLI) untuk Docker.containerd.io: Kontainer runtime yang digunakan oleh Docker untuk mengelola kontainer.
3. Verifikasi Instalasi Docker
Setelah proses instalasi selesai, Anda dapat memverifikasi bahwa Docker telah terinstal dengan benar dengan menjalankan perintah berikut:
docker --version
Perintah ini akan menampilkan versi Docker yang terinstal di sistem Anda, misalnya:
Docker version 20.10.6, build 370c289
Selain itu, Anda juga dapat memverifikasi bahwa Docker dapat menjalankan kontainer dengan menjalankan perintah berikut untuk menarik gambar Docker "hello-world" dan menjalankan kontainer:
sudo docker run hello-world
Jika Docker terinstal dan dikonfigurasi dengan benar, Anda akan melihat pesan yang memberitahukan bahwa Docker berjalan dengan baik.
4. Menjalankan Docker Tanpa Sudo (Opsional)
Secara default, Anda harus menggunakan sudo untuk menjalankan perintah Docker, tetapi Anda dapat mengonfigurasi sistem agar Anda dapat menjalankan Docker tanpa perlu menggunakan sudo. Untuk melakukan ini, Anda perlu menambahkan pengguna Anda ke grup docker. Berikut langkah-langkahnya:
-
Tambahkan pengguna Anda ke grup Docker:
sudo usermod -aG docker $USER -
Setelah menjalankan perintah ini, Anda harus keluar dari sesi terminal dan masuk kembali agar perubahan grup diterapkan. Anda dapat melakukannya dengan menjalankan perintah:
exit -
Kemudian, login kembali dan coba jalankan perintah Docker tanpa
sudo:docker run hello-world
Sekarang, Anda dapat menjalankan perintah Docker tanpa hak akses root.
5. Mengelola Layanan Docker
Docker berjalan sebagai layanan di Ubuntu Server. Anda dapat mengelola layanan ini menggunakan perintah systemctl.
Memulai Docker
Jika Docker tidak dimulai secara otomatis setelah instalasi, Anda dapat memulai layanan Docker dengan perintah:
sudo systemctl start docker
Menjalankan Docker secara Otomatis saat Booting
Jika Anda ingin Docker otomatis dimulai saat sistem di-booting, jalankan perintah berikut:
sudo systemctl enable docker
Memeriksa Status Docker
Untuk memeriksa status layanan Docker, Anda dapat menggunakan perintah berikut:
sudo systemctl status docker
Jika Docker sedang berjalan, Anda akan melihat statusnya "active (running)".
6. Mencari dan Menggunakan Gambar Docker
Docker mengandalkan gambar (images) untuk membuat dan menjalankan kontainer. Ada berbagai gambar yang tersedia di Docker Hub, repositori gambar resmi Docker. Anda dapat mencari, menarik, dan menjalankan gambar dari Docker Hub dengan perintah berikut:
Mencari Gambar di Docker Hub
Untuk mencari gambar di Docker Hub, Anda dapat menggunakan perintah docker search. Misalnya, untuk mencari gambar Nginx:
docker search nginx
Menarik Gambar dari Docker Hub
Setelah menemukan gambar yang Anda inginkan, Anda dapat menariknya dengan perintah docker pull. Misalnya, untuk menarik gambar Nginx resmi:
docker pull nginx
Menjalankan Kontainer dari Gambar
Setelah gambar diunduh, Anda dapat menjalankan kontainer berdasarkan gambar tersebut. Untuk menjalankan kontainer Nginx, Anda dapat menggunakan perintah berikut:
docker run -d -p 80:80 nginx
Perintah ini menjalankan kontainer Nginx di latar belakang (-d untuk detached mode) dan memetakan port 80 dari kontainer ke port 80 di mesin lokal Anda (-p 80:80).
7. Mengelola Kontainer Docker
Setelah Docker terinstal dan Anda mulai menjalankan kontainer, Anda akan ingin mengelola kontainer tersebut.
Melihat Kontainer yang Sedang Berjalan
Untuk melihat kontainer yang sedang berjalan, gunakan perintah:
docker ps
Melihat Semua Kontainer (Termasuk yang Tidak Aktif)
Jika Anda ingin melihat semua kontainer, termasuk yang berhenti, gunakan perintah:
docker ps -a
Menghentikan Kontainer
Untuk menghentikan kontainer, Anda dapat menggunakan perintah docker stop diikuti dengan ID atau nama kontainer:
docker stop
Menghapus Kontainer
Untuk menghapus kontainer yang sudah tidak diperlukan, gunakan perintah docker rm:
docker rm
8. Menghapus Docker dari Ubuntu
Jika suatu saat Anda memutuskan untuk menghapus Docker dari sistem, Anda dapat menggunakan perintah berikut:
sudo apt-get purge docker-ce docker-ce-cli containerd.io -y
sudo rm -rf /var/lib/docker
Perintah pertama akan menghapus paket Docker, sementara perintah kedua menghapus data dan kontainer Docker yang tersisa.
9. Kesimpulan
Docker adalah alat yang sangat berguna untuk menjalankan aplikasi dalam kontainer, dan instalasi Docker di Ubuntu Server sangat mudah dilakukan. Setelah menginstal Docker, Anda dapat mulai menjalankan dan mengelola aplikasi dalam kontainer dengan cara yang konsisten dan terisolasi, baik di lingkungan pengembangan maupun produksi. Docker memudahkan pengelolaan aplikasi dan memberikan fleksibilitas tinggi untuk menjalankan berbagai jenis aplikasi di server Anda.





Georgia Reader Reply
Et rerum totam nisi. Molestiae vel quam dolorum vel voluptatem et et. Est ad aut sapiente quis molestiae est qui cum soluta. Vero aut rerum vel. Rerum quos laboriosam placeat ex qui. Sint qui facilis et.