Docker adalah platform open-source yang memungkinkan developer untuk membuat, menguji, dan menjalankan aplikasi dalam lingkungan terisolasi yang disebut kontainer. Kontainer ini memungkinkan aplikasi dan dependensinya dibungkus dalam satu paket yang dapat dijalankan di mana saja tanpa memperhatikan perbedaan sistem operasi atau konfigurasi. Docker telah menjadi alat yang sangat populer untuk pengembangan perangkat lunak, karena kemudahannya dalam membuat dan mengelola aplikasi serta memastikan aplikasi berjalan konsisten di berbagai lingkungan.
Jika Anda menggunakan Windows dan ingin memulai dengan Docker, Anda telah datang ke tempat yang tepat. Artikel ini akan membahas cara menginstal Docker di Windows secara rinci, mulai dari persiapan sistem hingga menjalankan container pertama Anda.
1. Persiapan Sistem untuk Install Docker di Windows
Sebelum memulai instalasi Docker di Windows, ada beberapa hal yang perlu dipastikan agar proses instalasi berjalan lancar.
Persyaratan Sistem
Untuk menjalankan Docker Desktop di Windows, sistem Anda harus memenuhi beberapa persyaratan minimum berikut:
- Windows 10 Pro, Enterprise, atau Education (64-bit) dengan versi build 15063 atau lebih tinggi.
- Hyper-V dan Windows Containers harus diaktifkan pada Windows 10.
- Virtualization harus diaktifkan di BIOS/UEFI (ini memungkinkan mesin virtual di Windows).
- Minimum 4 GB RAM.
Jika sistem Anda belum memenuhi persyaratan ini, Anda harus mengaktifkan fitur-fitur tersebut terlebih dahulu.
Langkah 1: Aktifkan Virtualization di BIOS
Sebagian besar sistem Windows memerlukan pengaturan BIOS untuk mengaktifkan Virtualization. Berikut cara memeriksa dan mengaktifkan Virtualization:
- Matikan komputer Anda dan nyalakan kembali.
- Tekan tombol yang sesuai untuk masuk ke BIOS/UEFI (umumnya F2, F10, atau Del, tergantung pada merek motherboard).
- Cari opsi yang disebut Intel VT-x atau AMD-V di menu BIOS dan pastikan itu diaktifkan.
- Simpan perubahan dan keluar dari BIOS.
2. Mengunduh dan Menginstal Docker Desktop
Setelah memastikan sistem memenuhi persyaratan, kita akan mengunduh dan menginstal Docker Desktop.
Langkah 1: Unduh Docker Desktop
- Kunjungi situs resmi Docker di https://www.docker.com/get-started.
- Pilih Docker Desktop for Windows.
- Klik tombol Download for Windows dan simpan file installer di komputer Anda.
Langkah 2: Instal Docker Desktop
-
Setelah file installer berhasil diunduh, klik dua kali untuk memulai instalasi.
-
Ikuti petunjuk pada layar untuk melanjutkan proses instalasi.
- Anda akan diminta untuk mengaktifkan beberapa opsi seperti menginstal Windows Subsystem for Linux 2 (WSL 2), yang disarankan untuk performa lebih baik.
- Jika Anda menggunakan Windows 10 Pro atau lebih tinggi, Docker akan menggunakan Hyper-V untuk menjalankan kontainer secara virtual. Jika sistem Anda menggunakan edisi Windows Home, Docker akan memanfaatkan WSL 2 untuk menjalankan kontainer.
-
Setelah instalasi selesai, Anda akan diminta untuk me-restart komputer Anda agar perubahan dapat diterapkan.
3. Menjalankan Docker Desktop di Windows
Setelah sistem Anda restart, Anda dapat mulai menjalankan Docker Desktop.
Langkah 1: Memulai Docker Desktop
- Cari dan buka aplikasi Docker Desktop dari menu Start.
- Pada pertama kali membuka Docker Desktop, Anda akan melihat proses inisialisasi yang memakan beberapa waktu. Docker akan mengonfigurasi komponen yang dibutuhkan seperti WSL 2 atau Hyper-V untuk memastikan kontainer berjalan dengan baik di sistem Windows Anda.
Langkah 2: Menunggu hingga Docker Siap Digunakan
- Setelah inisialisasi selesai, Anda akan melihat ikon Docker di tray sistem (pojok kanan bawah layar). Jika ikon Docker berubah menjadi warna hijau, itu menandakan bahwa Docker telah berhasil dijalankan dan siap digunakan.
- Anda sekarang dapat mengakses Docker melalui terminal atau command prompt.
4. Konfigurasi Docker Desktop (Opsional)
Docker Desktop menyediakan beberapa pengaturan konfigurasi yang bisa Anda sesuaikan sesuai kebutuhan. Untuk mengakses pengaturan ini, klik ikon Docker di tray sistem dan pilih Settings.
Pengaturan WSL 2
- Pada bagian General, pastikan opsi Use the WSL 2 based engine aktif jika Anda menggunakan WSL 2 untuk menjalankan kontainer.
- Jika Anda menggunakan Windows Home, WSL 2 merupakan opsi utama untuk menjalankan Docker.
Pengaturan Resources
- Di bagian Resources, Anda dapat mengonfigurasi berapa banyak CPU, memori, dan ruang disk yang dialokasikan untuk Docker. Jika Anda bekerja dengan aplikasi yang membutuhkan sumber daya besar, Anda mungkin ingin menambah alokasi memori atau CPU.
Pengaturan Proxies
- Jika Anda menggunakan koneksi internet melalui proxy, Anda dapat mengonfigurasi pengaturan proxy di bagian Proxies.
5. Menjalankan Kontainer Docker Pertama Anda
Setelah Docker terinstal dan dikonfigurasi, saatnya untuk menjalankan kontainer pertama Anda. Salah satu cara terbaik untuk memulai adalah dengan menarik gambar hello-world, gambar Docker resmi yang dirancang untuk menguji apakah Docker berjalan dengan benar.
Langkah 1: Menarik Gambar Docker
Buka Command Prompt atau PowerShell dan jalankan perintah berikut untuk menarik gambar hello-world dari Docker Hub:
docker run hello-world
Perintah ini akan:
- Mencari gambar hello-world di mesin Anda.
- Jika gambar belum ada, Docker akan secara otomatis mengunduhnya dari Docker Hub.
- Setelah gambar diunduh, Docker akan menjalankan kontainer dan menampilkan pesan yang memberitahukan bahwa instalasi Docker telah berhasil.
Langkah 2: Memeriksa Kontainer yang Sedang Berjalan
Untuk memeriksa kontainer yang sedang berjalan, Anda bisa menggunakan perintah:
docker ps
Perintah ini akan menampilkan daftar kontainer aktif di sistem Anda.
Langkah 3: Menghentikan Kontainer
Untuk menghentikan kontainer yang sedang berjalan, Anda dapat menjalankan perintah berikut:
docker stop
Gantilah dengan ID kontainer yang ingin dihentikan. Anda bisa melihat ID kontainer dengan perintah docker ps.
6. Menggunakan Docker Hub dan Menarik Gambar Lain
Docker Hub adalah repositori gambar yang memungkinkan Anda untuk berbagi dan menarik gambar Docker. Anda bisa mencari berbagai gambar dari aplikasi populer seperti Nginx, MySQL, Redis, dan banyak lainnya.
Langkah 1: Mencari Gambar di Docker Hub
Misalnya, jika Anda ingin menjalankan server web Nginx, Anda bisa menarik gambar resmi Nginx dengan perintah berikut:
docker pull nginx
Perintah ini akan mengunduh gambar nginx dari Docker Hub.
Langkah 2: Menjalankan Gambar Nginx
Setelah gambar diunduh, jalankan gambar nginx dengan perintah:
docker run -d -p 80:80 nginx
Perintah ini menjalankan kontainer Nginx di latar belakang (-d untuk detached mode) dan memetakan port 80 dari kontainer ke port 80 di mesin lokal Anda (-p 80:80).
Langkah 3: Mengakses Aplikasi Nginx
Sekarang, buka browser dan ketikkan alamat http://localhost. Jika semuanya berjalan dengan baik, Anda akan melihat halaman sambutan dari Nginx.
7. Mengelola Kontainer dan Gambar
Docker menyediakan berbagai perintah untuk mengelola kontainer dan gambar yang berjalan di sistem Anda.
Menghentikan Kontainer
Jika Anda ingin menghentikan kontainer yang sedang berjalan, gunakan perintah berikut:
docker stop
Menghapus Kontainer yang Tidak Diperlukan
Untuk menghapus kontainer yang sudah tidak dibutuhkan lagi, gunakan perintah berikut:
docker rm
Menghapus Gambar yang Tidak Diperlukan
Untuk menghapus gambar yang tidak lagi digunakan, gunakan perintah:
docker rmi
8. Kesimpulan
Docker adalah alat yang sangat powerful dan fleksibel untuk mengembangkan, menguji, dan menjalankan aplikasi dalam kontainer yang terisolasi. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat menginstal Docker di Windows dan mulai menjalankan aplikasi dalam kontainer dengan mudah. Docker Desktop membuat pengalaman ini sangat mudah bagi pengembang dan administrator sistem, terutama dengan fitur seperti integrasi WSL 2 untuk sistem Windows Home dan penggunaan Hyper-V untuk sistem Windows Pro.
Dengan Docker, Anda dapat membuat lingkungan pengembangan yang konsisten dan siap untuk produksi, serta mengelola kontainer dengan perintah yang sederhana namun sangat efektif. Setelah menguasai instalasi dan dasar-dasar penggunaan Docker, Anda bisa menggali lebih jauh berbagai fitur canggih lainnya seperti Docker Compose untuk mengelola aplikasi multi-kontainer dan Docker Swarm untuk orkestrasi kontainer.





Georgia Reader Reply
Et rerum totam nisi. Molestiae vel quam dolorum vel voluptatem et et. Est ad aut sapiente quis molestiae est qui cum soluta. Vero aut rerum vel. Rerum quos laboriosam placeat ex qui. Sint qui facilis et.